Array
True Stories
Grace, A Proof of Miracle

 

grace9

Amazing grace! How sweet the sound
That saved a wretch like me.
I once was lost, but now am found,
Was blind but now I see.

 

Kalau Anda tidak percaya pada adanya mukzizat, mungkin kisah ini bisa mengubah pandangan Anda. Grace, buah hati dari Bapak Mahadi (35thn) dan Ibu Ratna Uli Paranginangin (32 thn), seorang penderita tumor batang otak, sebuah penyakit yang sangat mengerikan, bahkan untuk kita orang-orang dewasa.

 

Bayangkan, diusia 7 tahun mulai dideteksi adanya tumor di batang otak, sekarang usianya 8 thn dan harus berjuang melawan penyakit ini. Nama aslinya adalah Mellysa Putri. Grace adalah nama yang dimintanya kepada orang tuanya sebelum jatuh koma, supaya orang tuanya tetap percaya dan bersyukur kepada Tuhan.

 grace8

Grace berasal dari Medan, dilahirkan di keluarga yang sederhana. Ayahnya dulunya seorang supir rumahan sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Tahun 2010 penyakitnya mulai terdeteksi dan Grace harus dirawat di rumah sakit dengan SKTM. Selama 6 bulan dirawat di rumah sakit, kedua orang tuanya dengan setia selalu mendampinginya, merawat, dan yang luar biasa itu semua mereka lakukan tanpa mengeluh dan selalu penuh pasrah kepada Tuhan.Tidak heran bila kondisi fisik Grace sangat berbeda dengan anak-anak yang kritis / koma pada umumnya. Grace masih terlihat gemuk, kulitnya tetap bersih. Ayahnya dengan rajin memberikan susu dan air putih secara bergantian. Selama 6 bulan menunggui anaknya, sang ayah tidak bisa masuk kerja, sehingga akhirnya beliau diberhentikan dari pekerjaannya. Sungguh kondisi yang sangat menyiksa, anak sakit parah, dan tanpa pekerjaan. Namun keluarga ini tetap sabar, pasrah pada Tuhan, dan percaya.

 grace4

Dokter sudah mengeluarkan vonis bahwa Grace sudah tidak memiliki harapan. Setelah operasinya yang kedua, Grace tidak pernah bangun dari kondisi komanya. Namun orang tua Grace tetap pasrah dan percaya pada Tuhan. Terlihat dari kata-kata yang selalu mereka ucapkan, penuh optimisme, dan kepasrahan bahwa Tuhan pasti akan menyembuhkan Grace, karena Tuhan sudah memberikan bukti bahwa Grace tetep didalam penjagaan-Nya. Rumah sakit akhirnya menyerah karena biaya yang harus ditanggung sudah sangat banyak (mencapai 500 juta rupiah) dan dirasa kondisinya tidak menunjukan perbaikan. Akhirnya Grace dibawa pulang.

Dan janji Tuhan pun mulai terwujud. Keajaiban mulai muncul, dikala Grace justru dirawat sendiri oleh orang tuanya, ditengah-tengah keluarga dan saudara-saudaranya yang selalu mensupport dan membantunya, Grace mulai menunjukkan perbaikan-perbaikan kecil-kecil. Boleh percaya boleh tidak, setiap selesai berdoa untuk Grace, selalu ada kejutan-kejutan kecil dari Grace, misalnya tiba-tiba saja dia bisa memanggil mamanya. Amazing isn't it ? Dan saat ini kemajuan Grace semakin pesat. Tumor di batang otaknya sudah diangkat 60%, namun 40% sisanya masih perlu penyinaran dan kemoterapi yang tidak dicover oleh Jamkesmas. Mata kirinya tidak bisa berfungsi, sedangkan mata kanan masih normal. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan hambanya yang selalu pasrah dan berharap pada-Nya.

 

grace11

Kehidupan dan harapan keluarga ini pun mulai dibangun kembali. Ayahnya sekarang bekerja bantu-bantu kakaknya di daerah Pamulang, kerja serabutan. Mereka juga menumpang di rumah kakak mama Grace, di sebuah rumah petak berukuran 4 x 4 meter.

Meski seolah tidak ada lagi harapan buat grace, mereka percaya bahwa Grace suatu saat pasti sembuh, Tuhan akan menepati janji-Nya pada Grace dan keluarga mereka.

 

So, do you believe in miracle now ?

 

Mari salurkan donasi Anda bersama 3 Little Angels :

BCA: 831 004 1476 a/n. Ratna Dewi Hartanto / Agita Reh Malemna Ginting.


@justsilly

@esuryono

@cika2didinding

 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner