|
Sadok Taopan, Mutiara dari NTT
|
|
Update 19 April 2012 :k Tanggal 19 Maret 2012 yang lalu, hasil lab Sadok menyatakan operasi belum bisa dilakukan karena HB Sadok masih rendah (7,4 ; untuk operasi, HB harus diatas 10). Saat itu dokter mengatakan butuh + 3 bulan untuk menaikkan HB. Sejak saat itu, makanan Sadok benar-benar diperhatikan, diusahakan penyediaan makanan sehat, yang menunjang peningkatan HB, vitamin, susu, dan jus buah menjadi menu yang selalu ada. Tanggal 18 April 2012, Sadok kembali harus melakukan cek darah untuk melihat kondisinya apakah sudah mengalami peningkatan HB atau belum. Hasil tes saat ini HB sudah 8.0, dan berat Sadok 10,5 kg (sebelumnya 9 kg). Tim dokter akan mendiskusikan hal ini terlebih dahulu, termasuk kemungkinan trasfusi. Keputusan resmi akan dikeluarkan 24 April 2012. Selama di Surabaya, Sadok mengikuti beberapa kegiatan, mulai dari les privat pelajaran sampai kegiatan keagamaan di gereja. SELAMAT ULANG TAHUN, SADOK....
Minggu, 19 Februari 2012, pukul 07.15 WIB, Pesawat Lion Air dari Kupang mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Serombongan keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak dan satu orang pendamping mereka keluar dari pesawat, berbaur dengan penumpang lain dan para penjemput. Ini adalah kali pertama mereka menginjakkan kakinya di Surabaya, bukan untuk berwisata, tapi untuk mencari jalan keluar atas permasalahan yang dialami oleh sang anak, Sadok Taopan (8 tahun). Proses untuk memperbaiki kualitas hidup Sadok pun dimulai.
Tim 3 Little Angels Surabaya yang terdiri dari Kak Agus, Kak Shanti, Kak Elvi, dan Kak Risda sudah bersiap di bandara dan di RS sejak pagi. Rombongan Sadok disambut dan segera diantar ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Sadok memiliki kelainan karena dilahirkan tanpa (maaf) anus dan berharap para dokter di rumah sakit ini dapat memberikan solusi. Di rumah sakit inilah, mereka berharap ada solusi. Tim 3 Little Angels Surabaya akan membantu mendampingi mereka selama di Surabaya. Sadok Taopan berasal dari salah satu kampung di desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, salah satu desa termiskin di NTT, kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kupang. Ayahnya, Dominggu Taopan adalah seorang tukang batu, sedangkan ibunya, Selvince House hanyalah ibu rumah tangga biasa. Mereka tinggal di sebuah rumah papan yang bisa dibilang tidak layak huni, bercampur dengan anjing dan babi. Ketika lahir, begitu mengetahui Sadok tidak memiliki anus, sebuah lubang pengeluaran buatan segera dibuat di bagian kiri perutnya. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, perawatan yang didapatkan anak ini pun sangat minim, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Saat ini, feses keluar sendiri dan tidak tertampung. Ketika tidur, bagian tersebut sering dijilati anjing. Kondisi ini sungguh sangat tidak sehat dan menjadi bahan olokan rekan-rekan Sadok. Adalah Pak Eben Liutto seorang sukarelawan dan pensiunan perawat bedah, sekaligus volunteer dari Komnas Anak NTT, yang menemukan Sadok. Beliau berusaha menguruskan Jamkesmas untuk Sadok, mencarikan dana untuk transportasi dan akomodasi, dan berusaha mencari rujukan Sadok untuk dapat dirawat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. 3 Little Angels yang mengetahui informasi tentang Sadok dari @MyNameisFla dan artikel di detik.com segera menghubungi Pak Eben untuk berkoordinasi. Rencana keberangkatan Sadok ke Surabaya pun sempat tertunda beberapa kali, karena kurangnya dana dan beberapa masalah keluarga yang lainnya. 3 Little Angels pun meminta bantuan Pendeta Timo untuk melakukan koordinasi langsung dengan Pak Eben dan keluarga Sadok, sehingga Sadok dapat segera diterbangkan ke Surabaya. Dan akhirnya, tanggal 19 Februari 2012 kemarin, Sadok sekeluarga, didampingi oleh seorang guru honorer, Ibu Agnes, berangkat ke Surabaya. Setiba di RSUD Dr Soetomo, Sadok segera menjalani pemeriksaan awal oleh dokter spesialis. Tim dokter menilai Sadok tidak dalam kondisi kritis, sehingga diputuskan Sadok tidak perlu opname dan harus menjalani pemerisaan di poliklinik bedah dan laboratorium terlebih dahulu, Senin 20 Februari 2012. Biaya perawatan Sadok di Surabaya akan dicover oleh Jamkesmas, walaupun beberapa obat tidak termasuk. Saat ini Sadok sekeluarga diinapkan di sebuah rumah kos, di dekat rumah sakit. Tanggal 21 Februari 2012, Sadok akan berulang tahun ke-9. Semoga pengobatan yang dia jalani ini bisa menjadi kado yang terindah, untuk bisa hidup lebih baik, dan lebih ceria lagi. SELAMAT ULANG TAHUN, SADOK SEMOGA MENJADI ANAK YANG PANDAI DAN BERBAKTI SEMOGA MENJADI MUTIARA YANG SEMAKIN BERSINAR TERANG
Mari berbagi bersama 3 Little Angels, melalui : BCA: 831 004 1476 a/n. Ratna Dewi Hartanto / Agita Reh Malemna Ginting
@3_Little_Angels @Angels__Heart |



